Cinta platonik sang penyair
Aku tertarik akan frasa ini karena
kemarin aku baru membaca sebuah artikel yang membahas riwayat singkat
sang penyair Khalil Gibran. Antara Cinta, Wanita dan Nestapa. Dituliskan
kalau cinta Sang Penyair kepada Mary Haskell didasarkan pada cinta
platonik. Berawal dari situ, aku jadi penasaran untuk tau lebih banyak
tentang cinta platonik. Sepertinya dalam kehidupan Sang Penyair, ketiga
unsur ini sangat erat behubungan. Berbicara tentang nestapa, siapa yang
tidak tau. Semenjak kecil Penyair sudah sering dikunjungi Sang Nestapa.
Kalau berbicara tentang wanita, memang jelas Sang Penyair mempunyai
banyak kisah dengan wanita. Mulai dari ibunya, saudarinya, dan semua
kekasih yang dicintainya. Namun berbicara tentang cinta antar dua insan
yang berbeda, tidak seperti yang umumnya kita harapkan. Seperti
mengutip kalimat dari artikel tersebut “tidak satupun yang mengukir mahligai perkawinan”.
Ya, mungkin seperti itulah ujud cinta Sang Penyair, kebebasan dari
keterikatan hati walupun tidak berujung pada penyatuan raga.
Menurut Wikipedia terjemahan bahasa Indonesia, cinta platonik
adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menyebut sebuah relasi yang
sangat afektif, tetapi di mana unsur-unsur rasa ketertarikan secara
seksual tidak terdapat, terutama apabila hal ini justru malahan
diperkirakan ada. Dalam bahasa latin istilah ini disebut juga amor platonicus.
Apakah cinta jenis ini baik? Seperti
dalam kisah Sang Penyair, dia mencurahkan cinta yang dirasakannya itu
dalam bentuk kata – kata yang indah. Artinya dia memang bisa mengatur
perasaannya, dia bisa menyalurkan imjinasinya yang sekarang ini bisa
kita nikmati lewat surat – surat cintanya kepada Mary. Hal yang baik
menurutku. Namun akan menjadi tidak baik bila perasaan itu menjadi
belenggu bagi si pelakon cinta karena cinta ini tidak memiliki
perwujudan nyata. Cinta ini hanya ada di imajinasi. Perlu usaha untuk
mengatur imajinasi ini sehingga nantinya si pelaku cinta siap mental
jikalau berakhir tidak seperti yang diharapkannya. Semoga mahluk ini
memahaminya.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan